Pengamanan Kawasan Industri Diperkuat, Ekonomi Tangerang Makin Bertumbuh

TANGERANG, ADN.COM — Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg Ke-67 Tahun Anggaran 2026 Kelompok Latihan (Poklat) XXI melaksanakan Latihan Management Course (MC) Level III (Strategic Skill) di Polresta Tangerang, Polda Banten, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan latihan manajerial tersebut mengangkat kajian bertajuk “Optimalisasi Pengamanan Kawasan Industri Guna Mendukung Ketahanan Ekonomi Dalam Rangka Terlaksananya Pembangunan Daerah.” Melalui kajian tersebut, Poklat XXI menegaskan pentingnya penguatan strategi pengamanan kawasan industri dengan mengusung semangat “Industri Aman, Ekonomi Bertumbuh” sebagai salah satu fondasi dalam mendukung ketahanan ekonomi dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Wilayah hukum Polresta Tangerang memiliki posisi yang sangat strategis dengan luas wilayah mencapai 641,4 kilometer persegi, mencakup 19 kecamatan dan dihuni lebih dari 2,06 juta jiwa. Letaknya yang menjadi salah satu simpul penghubung antara DKI Jakarta, Banten, dan Sumatra menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai kawasan dengan aktivitas ekonomi dan industri yang sangat dinamis, mulai dari industri skala besar, menengah, hingga usaha kecil dan menengah.

Dalam pelaksanaan latihan tersebut, para Serdik melakukan diagnosis organisasi melalui Organization Health Audit (OHA) untuk mengukur dan mengevaluasi kesiapan internal Polresta Tangerang dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan di kawasan industri. Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah fungsi kepolisian, di antaranya Bag Ops, Satintelkam, Satsamapta, Satbinmas, Satreskrim, Satlantas, serta Polsek jajaran.

Selain melakukan evaluasi internal, para Serdik juga melaksanakan Environmental Scanning (ES) berbasis PESTEL sebagai metode untuk memetakan berbagai faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Analisis tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, pelaku usaha, serikat pekerja, hingga masyarakat.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi secara lebih komprehensif potensi gangguan Kamtibmas, dinamika hubungan industrial, perkembangan sosial-ekonomi, serta berbagai faktor lain yang dapat berdampak terhadap keberlangsungan aktivitas industri dan investasi di wilayah hukum Polresta Tangerang.

Melalui kajian strategis ini, pengamanan kawasan industri tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga situasi Kamtibmas, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi kepolisian dalam menciptakan kepastian, rasa aman, dan stabilitas yang dibutuhkan dunia usaha untuk terus berkembang.

Hasil kajian manajerial dari Latihan MC Level III tersebut selanjutnya diserahkan sebagai masukan dan rekomendasi strategis bagi pimpinan Polresta Tangerang. Rekomendasi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan efektivitas pengamanan kawasan industri sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

Dengan kolaborasi terpadu antara kepolisian, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat, semangat “Industri Aman, Ekonomi Bertumbuh” diharapkan dapat terus diwujudkan. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran produksi dan investasi, memperkuat ketahanan ekonomi wilayah, serta mendukung terciptanya pembangunan Kabupaten Tangerang yang aman, produktif, dan berkelanjutan. (Red)



Pemred


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *