Lawan Stigma, Bangun Harapan: Yunaniah Human Care Resmikan Rumah Rehabilitasi ODGJ di Lebak

LEBAK, ADN.COM – Di tengah masih kuatnya stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Yayasan Yunaniah Human Care mengambil langkah berbeda. Yayasan tersebut resmi membuka rumah singgah rehabilitasi ODGJ di Kampung Serdang, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Jum’at (7/8/2026).

Peresmian rumah singgah menjadi penanda dimulainya sebuah gerakan sosial yang tidak hanya berorientasi pada perawatan, tetapi juga pemulihan dan pemberdayaan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Diawali dengan doa bersama, acara dilanjutkan sambutan, pemotongan tumpeng dan peninjauan fasilitas rumah singgah yang akan menjadi tempat pembinaan warga binaan.

Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Yunaniah Human Care, Moch. Yadi Maryadi, yang mewakili Ketua Yayasan, mengatakan fasilitas tersebut dibangun dengan semangat memberikan pelayanan yang lebih manusiawi kepada ODGJ.

“Rumah singgah ini bukan sekadar tempat penampungan, melainkan rumah pemulihan. Fokus kami adalah memberikan perawatan yang manusiawi, terapi psikososial, hingga pelatihan keterampilan agar para warga binaan ODGJ nantinya dapat kembali mandiri, produktif, dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program rehabilitasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dewan Pembina Yayasan Yunaniah Human Care, Fam Fuk Tjhong, pada kesempatan tersebut tidak dapat hadir lantaran mendapat panggilan mendadak dari Ketua Umum Paradi WPI ke Jakarta.

Kegiatan peresmian dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Lebak dr. Juwita Wulandari, Ketua GAPENSI Kabupaten Lebak H. Moch. Nabil Jaya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Endang yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Camat Cibadak Endang Subrata, S.STP., M.Si., perwakilan Kapolsek Cibadak, Ketua Badak Banten Perjuangan H. Eli Sahroni alias King Badak, tokoh masyarakat, ulama, ketua RT dan warga sekitar.

H. Moch. Nabil Jaya menilai persoalan ODGJ tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Diperlukan kepedulian bersama agar para penyandang disabilitas mental mendapatkan kesempatan untuk menjalani proses pemulihan secara layak.

“Saya berkomitmen untuk ikut mendukung kegiatan Yayasan Yunaniah Human Care dan siap menjadi salah satu donatur dalam upaya keberlangsungan pelayanan rehabilitasi bagi ODGJ ke depannya,” katanya.

Apresiasi serupa datang dari Ketua DPRD Kabupaten Lebak dr. Juwita Wulandari. Ia menilai langkah yayasan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang selama ini membutuhkan perhatian lebih besar.

“Yayasan Yunaniah Human Care merupakan yayasan yang luar biasa. Kepedulian terhadap saudara-saudara kita penyandang gangguan jiwa merupakan bentuk kemanusiaan yang harus kita apresiasi. Semoga rumah singgah ini mampu memberikan harapan baru bagi mereka untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Berdirinya rumah singgah tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa ODGJ bukan sekadar persoalan sosial, melainkan manusia yang tetap memiliki hak untuk mendapatkan perawatan, penghormatan dan kesempatan untuk pulih.

Karena itu, Yayasan Yunaniah Human Care berharap keberadaan fasilitas tersebut mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, relawan maupun masyarakat luas.

Dengan kolaborasi tersebut, rumah singgah di Cibadak diharapkan mampu berkembang menjadi pusat rehabilitasi yang memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih peduli, inklusif dan bebas dari stigma terhadap penyandang gangguan jiwa. (Red)



Pemred


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *