Satlantas Polres Lebak Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas di SMAN 1 Kalanganyar, Keselamatan Pelajar Jadi Prioritas

LEBAK, ADN.COM – Membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi harus dimulai dari edukasi dan penanaman kesadaran sejak usia sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak melalui sosialisasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di SMAN 1 Kalanganyar, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 WIB hingga 11.45 WIB ini menjadi langkah konkret kepolisian dalam membangun kesadaran generasi muda agar tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dan tanggung jawab bersama.

Sosialisasi dilaksanakan oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Lebak IPDA Cece Supriadi, S.H., bersama Banit Kamsel AIPDA Erma Satriani dan Penata Muda Sofi S. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bahaya di jalan raya sekaligus pentingnya disiplin dalam berkendara.

Materi yang disampaikan meliputi kewaspadaan terhadap blind spot atau titik buta kendaraan besar seperti truk dan bus, kepatuhan terhadap rambu serta aturan lalu lintas, kewajiban menggunakan helm berstandar SNI dengan benar, larangan berboncengan lebih dari satu orang, hingga bahaya penggunaan knalpot brong dan ban cacing yang tidak sesuai standar kendaraan.

Edukasi tersebut menekankan bahwa satu pelanggaran kecil dapat berujung pada risiko besar. Karena itu, para pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, maupun lingkungan pergaulannya.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasatlantas Polres Lebak AKP Liska Oktavima Rudianto, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa edukasi kepada kalangan pelajar merupakan bagian penting dari upaya kepolisian menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Keselamatan berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini, bukan sekadar dipahami sebagai aturan yang harus ditaati, melainkan sebagai kesadaran untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Kami ingin para pelajar memahami bahwa disiplin di jalan raya merupakan bentuk tanggung jawab, kepedulian, sekaligus penghargaan terhadap kehidupan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak menganggap remeh pelanggaran lalu lintas, termasuk tidak menggunakan helm sesuai standar, berkendara secara berlebihan, menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, maupun mengabaikan potensi bahaya di sekitar kendaraan besar.

“Jangan sampai keinginan untuk tampil keren atau mengikuti tren justru mengorbankan keselamatan. Jadilah generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berani menjadi contoh dalam tertib berlalu lintas. Keselamatan bukan soal siapa yang paling cepat sampai, tetapi bagaimana kita bisa sampai tujuan dengan aman,” tambahnya.

Ia berharap materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi benar-benar diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berangkat ke sekolah, pulang ke rumah, maupun saat beraktivitas di luar lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Lebak berharap terbangun sinergi yang kuat antara kepolisian, sekolah, dan keluarga dalam menciptakan generasi muda yang sadar hukum serta memiliki budaya berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab.

Sebab, keselamatan di jalan raya bukan hanya tentang mematuhi aturan, melainkan tentang menjaga masa depan. (Red)



Pemred


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *