Polresta Tangerang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

TANGERANG, Abydosonews.com — Polresta Tangerang bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Upaya tersebut ditegaskan melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Selasa (8/9/2026).

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid bertindak sebagai Inspektur Apel. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kondisi darurat akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dalam amanatnya, Maesyal menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan keterlibatan dan sinergi seluruh unsur terkait.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, disertai respons yang cepat dan terkoordinasi apabila terjadi keadaan darurat.

“Prinsip keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegas Maesyal.

Ia juga meminta jajaran Dinas Kesehatan, puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan memastikan kesiapan menghadapi potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Ketersediaan masker, obat-obatan, oksigen, ambulans hingga tim gerak cepat medis, kata dia, perlu dipastikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara optimal apabila terjadi peningkatan dampak erupsi.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan bahwa jajaran Polresta Tangerang siap memperkuat pengamanan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

“Kesiapsiagaan tidak boleh berubah atau menimbulkan kepanikan. Oleh karena itu, seluruh informasi harus disampaikan berdasarkan sumber resmi,” ujar Indra Waspada.

Ia meminta seluruh jajaran meningkatkan koordinasi lintas sektoral, memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana, serta mengedepankan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan.

Menurutnya, sejumlah aspek perlu menjadi perhatian, mulai dari pengamanan dan pelayanan lalu lintas, pemantauan wilayah pesisir serta objek vital, hingga penyiapan posko bantuan kemanusiaan.

Selain itu, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga harus terus dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Bencana tidak dapat selalu kita cegah, tetapi risiko dan dampaknya dapat kita kurangi melalui kesiapan, koordinasi, dan kepedulian bersama,” pungkasnya.(Red).



Pemred


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *