Lebak, ADN.COM — MTs Negeri 4 Lebak menyelenggarakan kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Aula MTs Negeri 4 Lebak, dan dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kamis (15/1/2026)
Acara diawali dengan tawasulan oleh H. Hudori, dilanjutkan doa oleh H. Arja, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Haikal, siswa kelas VII E.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 492 siswa dan 43 dewan guru, serta dihadiri para tamu undangan yang terdiri dari Kepala Desa Cimarga, Ketua Komite Madrasah, para kasepuhan PSB, para kiyai, dan ustadz PSB.
Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan KH. Aos Al-Qorni (Ki Rengse) sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema “Mengenal Makna Kewajiban Sholat Lima Waktu dalam Kehidupan Sehari-hari”. Materi disampaikan secara komunikatif dan diselingi humor ringan, sehingga mudah dipahami dan mampu menjaga antusiasme para siswa hingga akhir acara.

Kepala MTs Negeri 4 Lebak, Dase Ahmad Taufik, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada peserta didik, khususnya dalam pengamalan ibadah sholat serta pembentukan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KH. Aos Al-Qorni, seluruh tamu undangan, para kasepuhan, Kepala Desa Cimarga, serta awak media yang telah berkenan hadir dan meliput kegiatan PHBI Isra Mi’raj tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Cimarga, Aan Triana, memberikan apresiasi atas kekompakan keluarga besar Mts negeri 4 Lebak,.
Menurutnya, semangat dan kebersamaan siswa serta dewan guru dalam mengikuti kegiatan PHBI Isra Mi’raj patut diapresiasi, meskipun kegiatan berlangsung di tengah kondisi hujan.
Kegiatan PHBI Isra Mi’raj ini terselenggara berkat dukungan seluruh pihak, dengan pendanaan yang bersumber dari uang kas OSIS serta sumbangan para dewan guru.
Acara ditutup dengan doa dan tausiyah penutup, meninggalkan kesan mendalam serta harapan agar seluruh peserta semakin meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. (D’Nur)













