Pererat Sinergi TNI dan Masyarakat Adat, Danrem 064/Maulana Yusuf Hadiri Tradisi Seren Taun Kasepuhan Cisitu

LEBAK, Abydosonews.com – Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., menghadiri perayaan adat Seren Taun Kasepuhan Cisitu dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Lebak. Kamis (9/7/2026). Kehadiran Danrem menjadi wujud komitmen TNI dalam memperkuat kemanunggalan dengan rakyat sekaligus memberikan dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Kedatangan Danrem 064/Maulana Yusuf beserta rombongan disambut hangat oleh tokoh adat dan masyarakat Kasepuhan Cisitu melalui prosesi penyambutan bernuansa tradisional. Suasana penuh keakraban tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat adat yang selama ini terjalin dengan baik.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Danrem mengikuti sejumlah prosesi adat yang menjadi bagian penting dari tradisi Seren Taun, di antaranya penyambutan adat, penyerahan cenderamata sebagai simbol persaudaraan, serta prosesi Peletakan Pare ka Leuit, yakni ritual memasukkan hasil panen padi ke dalam lumbung (leuit) sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen sekaligus simbol ketahanan pangan masyarakat adat.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto menyampaikan apresiasi atas kuatnya persatuan yang terus dijaga oleh masyarakat Kasepuhan Cisitu. Menurutnya, nilai-nilai adat, agama, dan kecintaan kepada negara telah berpadu menjadi fondasi kehidupan masyarakat adat.

«”Kami mewakili TNI, khususnya jajaran Korem 064/Maulana Yusuf, bangga dapat menghadiri acara Kasepuhan Adat Cisitu. Kebersamaan masyarakat adat kasepuhan sangat luar biasa. Siapa yang bisa menjaga adat? Ya kita sendiri, kita harus bersinergi. Bagaimana menyatukan antara adat, agama, dan negara itu sudah tertanam kuat pada masyarakat adat Kasepuhan Cisitu,” ujar Danrem.»

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kekuatan bangsa. Menurutnya, semangat juang yang dimiliki masyarakat memiliki kesamaan dengan jiwa pengabdian seorang prajurit TNI.

«”Bapak Ibu merupakan bagian dari negara, bagian dari kami. Tidak ada perbedaan antara jiwa kita, karena jiwa Bapak dan Ibu semua adalah patriot bangsa. Bapak dan Ibu semua adalah tentara. Kalau profesi kami TNI, sementara profesi Bapak dan Ibu adalah petani maupun pedagang, tetapi jiwanya adalah tentara, yaitu berjuang menjaga NKRI,” tegasnya.»

Sementara itu, Ketua Adat Kasepuhan Cisitu, H. Yoyo Yohenda, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Danrem beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa masyarakat adat Kasepuhan Cisitu senantiasa menjunjung tinggi nilai adat, agama, dan kecintaan terhadap tanah air sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

«”Kami mewakili seluruh masyarakat adat Kasepuhan Cisitu mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Danrem beserta jajaran. Seperti yang disampaikan, nilai-nilai adat, agama, dan kecintaan terhadap negara adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan di Kasepuhan ini. Kami, baik sebagai petani maupun penjaga tradisi, siap terus bersinergi dan berjuang bersama TNI dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.»

Perayaan Seren Taun Kasepuhan Cisitu tidak hanya menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen dan upaya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, gotong royong, serta sinergi antara TNI dan masyarakat adat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Red).



Pemred


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *