Dandim 0603/Lebak Tinjau Pipanisasi di Cipanas, Targetkan Pengairan Sawah Seluas 320 Hektare

LEBAK, Abydosonews.com – Kodim 0603/Lebak terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pembangunan sistem pipanisasi untuk mendukung ketersediaan air irigasi bagi petani. Program yang dilaksanakan di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, tersebut ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan pengairan lahan persawahan seluas sekitar 320 hektare.

Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, Dandim 0603/Lebak Letkol Inf. I Gede Mahendra Subrata, S.I.P., M.I.P., M.Sc., meninjau langsung progres pembangunan pipanisasi di Kampung Cikeris, Desa Jayapura, Kecamatan Cipanas, Minggu (25/10/2026).

Program ini merupakan bagian dari sinergi TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pertanian dalam mendukung sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan potensi produksi gabah di wilayah Kabupaten Lebak.

Dalam pelaksanaannya, sistem pipanisasi memanfaatkan sumber air dari kawasan perbukitan, termasuk aliran sungai dan air terjun, yang kemudian dialirkan menuju bak penampungan induk. Dari bak tersebut, air didistribusikan melalui sejumlah bak sebaran agar dapat menjangkau lahan pertanian milik masyarakat.

Dandim 0603/Lebak Letkol Inf. I Gede Mahendra Subrata menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari program Manunggal Air yang disesuaikan dengan kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah sasaran.

“Ini program Manunggal Air yang secara spesifik kita beri nama pipanisasi. Ini program pendampingan bersama Kementerian Pertanian dengan Angkatan Darat,” kata Mahendra.

Ia menerangkan, pembangunan sistem tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan bak penampungan, tetapi juga memastikan air dapat didistribusikan secara efektif hingga menjangkau lahan yang selama ini mengalami keterbatasan akses air.

“Pada prinsipnya penampungan sementara, lalu kita gelar ke sebaran dan ke penerima manfaat. Petani bisa menerima air sesuai dengan kebutuhan pertanian,” ujarnya.

Khusus di Kecamatan Cipanas, sistem pipanisasi dirancang menggunakan dua bak induk yang terhubung dengan delapan bak sebaran. Infrastruktur tersebut diproyeksikan melayani sekitar 320 hektare lahan pertanian yang dikelola sejumlah kelompok tani.

Mahendra menegaskan, penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Sebelum program dilaksanakan, tim terlebih dahulu melakukan survei untuk memastikan ketersediaan sumber air, kondisi wilayah, serta kebutuhan pengairan petani.

“Ini adalah bentuk kebutuhan masyarakat yang diserap pemerintah dan disurvei terlebih dahulu. Jadi bukan dipaksakan untuk penerima manfaat, tetapi masyarakat yang memang memerlukan air,” katanya.

Selain di Kecamatan Cipanas, program serupa juga dilaksanakan di Kecamatan Cibeber. Di wilayah tersebut, pembangunan mencakup dua bak induk dan sembilan bak sebaran dengan proyeksi layanan pengairan sekitar 400 hektare lahan pertanian.

Secara keseluruhan, progres pembangunan pipanisasi di kedua wilayah tersebut telah mencapai sekitar 48 hingga 50 persen. Kodim 0603/Lebak menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan sebelum memasuki musim penghujan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan sisa waktu pelaksanaan.

“Kurang lebih kita ada di 48 sampai 50 persen. Masih ada waktu satu bulan setengah, harapannya sudah rampung dengan cuaca yang masih bagus. Jadi sebelum hujan sudah selesai,” ungkap Mahendra.

Pembangunan tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan petani. Ketua Kelompok Tani Cikeris 2, Dulharif, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah dan TNI terhadap persoalan ketersediaan air yang selama ini menjadi kendala bagi petani di wilayahnya.

“Alhamdulillah, saya selaku Ketua Kelompok Tani Cikeris 2 mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah, khususnya Bapak TNI yang sudah memperjuangkan dan membuat pipanisasi ini untuk masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” kata Dulharif.

Ia berharap, keberadaan sistem pipanisasi dapat membantu petani memperoleh pasokan air yang lebih memadai sehingga kegiatan pertanian dapat berjalan lebih optimal dan produktivitas padi meningkat.

“Sebelum pipanisasi ini, masyarakat kekurangan air. Mudah-mudahan dengan adanya pipanisasi, petani bisa memanfaatkannya dan mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk hasil panen padi,” ujarnya.

Melalui pembangunan infrastruktur pengairan tersebut, Kodim 0603/Lebak berharap kebutuhan air pertanian masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik. Sinergi TNI, pemerintah, dan kelompok tani diharapkan mampu mendukung keberlanjutan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lebak.(AbyDoso)



Pemred


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *