Wakapolda Banten Turun Langsung ke Jalan, Lanjutkan Edukasi Pelajar tentang Bahaya Gangster dan Narkoba

SERANG, Abydosonews.com – Komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat kembali ditunjukkan Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho melalui kegiatan pengaturan lalu lintas pagi (Gatur Pagi) yang dilanjutkan dengan program Polisi Peduli Pendidikan (Poldik) di SMKN 1 Kota Serang, Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi tagline Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”, sekaligus memperkuat pelayanan kepolisian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Dr. Donny Sardo Lumbantoruan dan Dirsamapta Polda Banten AKBP Rezi Dharmawan.

Dalam pelaksanaan Gatur Pagi, Wakapolda Banten menekankan pentingnya kehadiran personel kepolisian di lapangan, khususnya pada jam sibuk ketika aktivitas masyarakat meningkat dan volume kendaraan mulai padat.

“Personel harus hadir di saat masyarakat membutuhkan, terutama pada pagi hari ketika jalan raya ramai,” ujarnya.

Menurut Brigjen Pol Zain, kehadiran anggota Polri secara langsung di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas rutin, melainkan bentuk pelayanan nyata untuk menciptakan kelancaran lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada pengguna jalan.

“Kehadiran kami di lapangan merupakan wujud implementasi tagline Bapak Kapolri, yaitu ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan arus lalu lintas tetap lancar, memberikan rasa aman kepada pengguna jalan, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Setelah kegiatan pengaturan lalu lintas, Wakapolda Banten melanjutkan agenda dengan bertindak sebagai pembina upacara di SMKN 1 Kota Serang melalui program Poldik. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan amanat Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan dengan tema “Stop Gangster Jalanan serta Cyber Bullying dan Penyalahgunaan Narkoba”.

Dalam amanatnya, Brigjen Pol Zain mengingatkan bahwa kenakalan remaja, aksi gangster jalanan, perundungan di dunia maya, serta penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademis, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, mengembangkan potensi diri, serta menanamkan nilai integritas, kemandirian dan tanggung jawab.

“Sebagai seorang pelajar, kewajiban utama kalian adalah belajar dengan tekun dan penuh rasa tanggung jawab. Ilmu merupakan bekal utama untuk menghadapi tantangan di masa depan. Jadilah pelajar yang aktif, disiplin, jujur, dan pekerja keras,” tegasnya.

Selain itu, Wakapolda turut menyoroti persoalan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Dengan mengacu pada data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2025, ia menyebutkan bahwa 28,2 persen pengguna narkoba berada pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun, sementara jumlah penyalahguna narkoba dari kalangan pelajar mencapai 312 ribu orang.

Data tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda membutuhkan perhatian dan pembinaan agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan yang berisiko.

Brigjen Pol Zain juga mengingatkan bahwa keterlibatan dalam kelompok gangster jalanan, membawa senjata, melakukan tawuran, mengganggu pengguna jalan hingga melakukan kekerasan bukanlah bentuk keberanian ataupun prestasi.

“Gangster jalanan bukanlah simbol keberanian. Membawa senjata, melakukan tawuran, mengganggu pengguna jalan, melakukan kekerasan atau bergabung dengan kelompok yang meresahkan masyarakat bukanlah sebuah prestasi. Justru tindakan tersebut dapat menghancurkan masa depan kalian,” katanya.

Tak hanya itu, ia mengajak para pelajar agar lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. Perilaku cyber bullying, seperti menghina, mempermalukan orang lain, menyebarkan foto atau video tanpa izin, memberikan komentar yang merendahkan hingga menyebarkan fitnah, harus dihindari karena dapat memberikan dampak buruk bagi korbannya.

“Karena itu, berpikirlah sebelum mengetik, berpikir sebelum membagikan, dan berpikir sebelum mengikuti ajakan orang lain,” pesannya.

Melalui kegiatan Gatur Pagi dan Poldik tersebut, Polda Banten berharap kehadiran Polri dapat semakin dirasakan masyarakat, baik melalui pelayanan langsung di jalan raya maupun pembinaan di lingkungan pendidikan.

Para pelajar juga diharapkan mampu membentengi diri dari pengaruh negatif pergaulan, tidak terlibat dalam aksi gangster jalanan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Dengan bekal pendidikan, kedisiplinan dan prestasi, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan mengambil peran positif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (AbyDoso).



Pemred


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *