SERANG, Abydosonews.com – Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan menekankan pentingnya optimalisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui penguatan koordinasi, integritas, dan sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan kepada mitra dan penanggung jawab atau Person in Charge (PIC) SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Banten di Aula Serbaguna Polda Banten, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, para pejabat utama Polda Banten, Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Banten beserta perwakilan pengurus, serta para Kapolres dan Kapolresta jajaran Polda Banten.
Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan PIC SPPG yang telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program MBG. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan komitmen bersama, kepatuhan terhadap ketentuan, serta tanggung jawab dalam setiap tahapan pelaksanaannya.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra dan PIC SPPG yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Makan Bergizi Gratis. Dari laporan yang saya terima, sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran. Hal ini harus kita pertahankan dan menjadi komitmen bersama,” ujar Irjen Pol Hendra Kurniawan.
Kapolda menjelaskan, pembangunan SPPG di wilayah Banten telah mencapai 76 titik. Capaian tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program strategis pemerintah. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sejumlah unit masih dalam tahap persiapan operasional maupun penyelesaian pembangunan sehingga perlu ditindaklanjuti secara terukur.
Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak cukup hanya dilihat dari jumlah SPPG yang terbentuk. Kualitas pelayanan, keamanan, ketepatan sasaran, dan manfaat yang dirasakan masyarakat juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.
“Pada saat itu, kita berupaya mendorong terbentuknya SPPG di wilayah Banten sebagai bentuk dukungan terhadap program Bapak Presiden. Alhamdulillah, upaya tersebut dapat diwujudkan melalui terbentuknya 76 titik. Karena itu, saya berharap komitmen dan semangat ini terus kita jaga agar pelaksanaan program MBG semakin optimal,” ungkapnya.
Ia juga menekankan perlunya sinergi antara Polda Banten, Yayasan Kemala Bhayangkari, para mitra, dan seluruh pihak terkait. Komunikasi serta koordinasi yang baik dinilai penting untuk memastikan pengelolaan SPPG berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Kapolda mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kepercayaan masyarakat dan nama baik institusi Polri dengan mengedepankan integritas serta profesionalisme. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program, bukan kepentingan pribadi maupun mitra.
“Jaga kepercayaan dan nama baik institusi Polri melalui pelaksanaan tugas yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan mitra. Pastikan program ini berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui pengarahan tersebut, Polda Banten mendorong seluruh mitra dan PIC SPPG untuk memperkuat akuntabilitas, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta memastikan program MBG terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.
Kapolda berharap pengembangan SPPG di Banten tidak hanya memperluas jangkauan pelayanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat.
“Harapan saya, upaya ini membawa manfaat bagi masyarakat Banten dan masa depan Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan SPPG yang aman, berkualitas, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tutup Kapolda Banten.
(AbyDoso).























