LEBAK – ADN.COM
Menjelang bulan suci Ramadan, jajaran Polres Lebak menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H., menyampaikan pihaknya akan menindak tegas berbagai bentuk gangguan kamtibmas seperti balap liar, perkelahian antar remaja, hingga fenomena perang sarung yang kerap terjadi pada malam hari menjelang sahur.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolres pada Rabu, 18 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB saat diwawancarai oleh media HDR News TV di Mapolres Lebak. Pernyataan ini sekaligus menjadi bentuk peringatan serius kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kapolres Lebak menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi lokasi aktivitas balap liar dan perkelahian remaja. Langkah ini merupakan bagian dari strategi preventif guna menekan potensi gangguan keamanan selama Ramadan.
“Kami sudah melakukan langkah antisipasi dengan memetakan lokasi-lokasi rawan. Apabila masih ditemukan adanya balap liar, perkelahian, maupun perang sarung yang menimbulkan gangguan atau korban, tentu akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.
Menurutnya, berbagai aktivitas tersebut bukan sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan dapat berkembang menjadi tindak pidana yang berpotensi mengancam keselamatan publik. Balap liar, misalnya, sering kali memicu kecelakaan lalu lintas, mengganggu pengguna jalan, hingga menimbulkan korban jiwa. Sementara perkelahian remaja dan perang sarung juga kerap berujung pada aksi kekerasan yang meresahkan masyarakat.
Kapolres menambahkan bahwa aparat kepolisian tidak akan ragu menerapkan proses hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam setiap kejadian, termasuk apabila pelaku masih berstatus di bawah umur.
“Dalam aturan ada sanksi pidana. Jika terbukti dan ada korban, tetap akan diproses sesuai ketentuan hukum. Namun demikian, kami tetap mengedepankan upaya pencegahan melalui pendekatan persuasif, edukasi, serta patroli rutin,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolres Lebak menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya. Ia menilai pengawasan dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi faktor utama dalam mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas negatif.
“Kami berharap peran orang tua lebih dimaksimalkan. Pengawasan dan kedekatan dengan anak sangat penting agar tidak terjerumus dalam kegiatan negatif, terutama pada malam hari hingga menjelang sahur,” ujarnya.
Selain mengintensifkan patroli di lokasi rawan, Polres Lebak juga menggencarkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, sekolah, serta kelompok pemuda guna menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Polres Lebak turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas wilayah dengan segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui layanan darurat 110 atau melaporkannya langsung ke kantor polisi terdekat. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif selama Ramadan.
Dengan langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas, Polres Lebak berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk, aman, dan penuh ketenangan tanpa terganggu oleh aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial. (Red)














