30 Tahun Bertahan di Rumah Bocor dan Lapuk, Pak Entang Kini Menaruh Harapan pada TMMD ke-130

LEBAK, Abydosonews.com – Selama kurang lebih 30 tahun, rumah sederhana milik Entang, seorang petani di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, menjadi tempat berteduh di tengah segala keterbatasan. Atap yang bocor, material bangunan yang mulai lapuk, serta ruangan yang sempit menjadi bagian dari kesehariannya. Kini, harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak mulai terbuka melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang dilaksanakan Kodim 0603/Lebak. Rabu (14/10/2026).

Bagi Entang, memperbaiki rumah bukan perkara sederhana. Sebagai petani, ia harus mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Di tengah keterbatasan tersebut, memperbaiki rumah secara menyeluruh menjadi pekerjaan yang tidak mudah diwujudkan.

Selama puluhan tahun, rumah itu menjadi tempatnya beristirahat setelah bekerja, berkumpul bersama keluarga, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan membuat kebutuhan akan hunian yang lebih layak kian mendesak.

Harapan itu kini hadir melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka TMMD ke-130 di Desa Citorek Barat. Pengerjaan renovasi melibatkan personel gabungan dari Kodim 0603/Lebak, Polres Lebak, Lanal Banten, serta Yonif TP 840/GS.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan sinergi dalam membantu masyarakat. Melalui kerja bersama, program TMMD tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar warga, termasuk tempat tinggal yang lebih layak.

Komandan Kodim (Dandim) 0603/Lebak Letkol Inf. I Gede Mahendra Subrata, S.I.P., M.I.P., M.Sc., menegaskan bahwa program TMMD merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

“Melalui program TMMD ke-130 ini, kami ingin kehadiran TNI benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Renovasi rumah tidak layak huni merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap warga yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan serta gotong royong antara TNI dan masyarakat,” ungkap Letkol Inf. I Gede Mahendra Subrata.

Entang mengaku bersyukur atas bantuan renovasi rumah yang diterimanya. Setelah sekitar tiga dekade menempati rumah dengan kondisi yang kurang memadai, kesempatan untuk memperbaiki tempat tinggal menjadi hal yang sangat berarti bagi dirinya dan keluarga.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan renovasi rumah ini. Sudah kurang lebih 30 tahun saya menempati rumah ini. Kondisinya sekarang sudah banyak yang bocor, kayunya lapuk, dan ruangannya juga terasa sesak. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena rumah saya mendapat bantuan untuk direnovasi,” ungkap Entang.

Bagi Entang, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan. Ada harapan baru untuk menjalani kehidupan sehari-hari di tempat tinggal yang lebih layak setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan.

Program TMMD ke-130 di Desa Citorek Barat menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur jalan dan fasilitas umum, tetapi juga upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui semangat “Membuka Akses, Menumbuhkan Harapan, Membangun Kemandirian”, TMMD diharapkan terus menjadi jembatan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Dari rumah sederhana milik seorang petani di Citorek Barat, gotong royong menghadirkan harapan bahwa kehidupan yang lebih baik dapat dimulai dari tempat paling mendasar, yakni rumah yang layak untuk ditinggali.(Abydoso)



Pemred


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *