Kerusakan Alam Akibat Ulah Manusia, Pengamat Lingkungan Aby Doso Ingatkan Ancaman Serius bagi Kehidupan

LEBAK – ADN.COM
Kerusakan lingkungan yang semakin masif dinilai sebagai dampak langsung dari ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Alam semesta yang sejatinya bersahabat kini menunjukkan tanda-tanda kelelahan akibat eksploitasi berlebihan, perusakan hutan, pencemaran air, serta pengabaian terhadap keseimbangan ekosistem.

Hal tersebut disampaikan oleh M. Alfian S.W, pemerhati sosial dan lingkungan yang akrab disapa Aby Doso, saat dimintai tanggapan terkait meningkatnya bencana alam di berbagai daerah, seperti banjir, longsor, dan kekeringan yang kian sering terjadi.

Menurut Aby Doso, alam pada dasarnya tidak pernah bersikap kejam terhadap manusia. Justru manusia sendirilah yang mengubah wajah alam menjadi tidak lagi bersahabat melalui keserakahan dan kelalaian dalam menjaga amanah sebagai penghuni bumi.

“Alam diciptakan untuk menjadi sahabat kehidupan manusia. Namun ketika tangan manusia dipenuhi kepentingan sesaat dan keserakahan, keseimbangan itu rusak. Bencana yang terjadi hari ini bukan semata-mata takdir, melainkan akibat dari perbuatan manusia sendiri,” ujar Aby Doso. Jumat (10/01/2026)

Ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga persoalan moral dan kesadaran spiritual. Ketika manusia lupa akan tanggung jawabnya sebagai penjaga alam, maka dampaknya akan kembali dirasakan oleh manusia itu sendiri.

Lebih lanjut, Aby Doso mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir dan perilaku, baik di tingkat individu maupun kolektif. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari kesadaran diri, diperkuat oleh kebijakan yang berpihak pada kelestarian alam, serta penegakan hukum yang tegas terhadap para perusak lingkungan.

“Jika hati manusia rusak, maka tindakannya akan merusak. Tetapi jika hati dibenahi, alam pun akan kembali ramah. Kita tidak bisa terus-menerus menyalahkan alam, sementara tangan kita sendiri yang melukainya,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memperlakukan alam dengan bijak, sederhana, dan penuh tanggung jawab. Sebab bumi bukanlah warisan semata, melainkan titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

“Jika kita ingin masa depan yang aman bagi generasi mendatang, maka hari ini kita harus berhenti merusak dan mulai merawat. Alam hanya meminta satu hal: diperlakukan dengan adil,” pungkas Aby Doso. (Riziq)



Pemred


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *