RENUNGAN: ALAM YANG TERLUKA OLEH TANGAN MANUSIA

Penulis : ABY DOSO
RENUNGAN: ALAM YANG TERLUKA OLEH TANGAN MANUSIA

Sesungguhnya alam semesta diciptakan Allah dalam keadaan seimbang, indah, dan penuh kasih sayang. Gunung, laut, hutan, dan langit dihadirkan sebagai sahabat bagi kehidupan manusia. Alam memberi udara untuk dihirup, air untuk diminum, tanah untuk ditanami, serta ketenangan bagi jiwa yang mau merenung.

Namun hari ini, persahabatan itu mulai pudar.
Bukan karena alam berubah tabiat, melainkan karena tangan-tangan manusia yang jahat dan lalai. Tangan yang seharusnya merawat, justru merusak. Tangan yang seharusnya menjaga amanah, malah menjarah tanpa rasa takut dan tanpa rasa syukur.

Allah telah mengingatkan dalam firman-Nya:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(QS. Ar-Rum: 41)

Banjir, longsor, kekeringan, dan berbagai bencana bukan sekadar musibah alam. Ia adalah isyarat, teguran, bahkan jeritan dari alam yang terluka. Alam tidak pernah berniat mencelakai manusia, tetapi ia bereaksi terhadap perlakuan yang diterimanya.

Dalam tasawuf, alam dipandang sebagai ayat-ayat Allah yang hidup. Merusaknya berarti mengabaikan tanda-tanda kebesaran-Nya. Ketika manusia dikuasai nafsu serakah, lupa diri, dan merasa paling berkuasa, di situlah kehancuran mulai ditanam, sedikit demi sedikit.

Maka yang harus kita perbaiki bukan hanya lingkungan, tetapi juga hati.
Sebab kerusakan alam berawal dari kerusakan batin.
Ketika hati bersih, tangan akan lembut.
Ketika iman hidup, perbuatan akan bijak.
Dan ketika manusia kembali sadar sebagai khalifah di bumi, alam pun akan kembali bersahabat.

Mari kita rawat bumi ini dengan kesadaran, kesederhanaan, dan rasa takut kepada Allah. Karena alam bukan warisan anak cucu semata, melainkan titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Semoga kita termasuk hamba yang mampu belajar dari peringatan, sebelum alam benar-benar enggan bersahabat dengan manusia.

Lebak , 10 Januari 2026
Penulis: ABY DOSO



Pemred


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *